Minggu, 25 Februari 2018

Jumat, 06 November 2015

Sejarah Gorden / Korden





Tirai atau gorden adalah sepotong kain yang digunakan untuk menghalang atau mengurangi cahaya yang masuk dari luar jendela, dan juga untuk menutupi pemandangan dalam maupun luar rumah melalui jendela. Dalam bahasa inggris tirai disebut dengan curtain atau drape (khususnya di Amerika).

Tirai gorden memiliki sejarah yang panjang, sepanjang terciptanya tekstil itu sendiri. Pada zaman dolo, tirai atau gorden pertama yang digunakan terbuat dari kulit hewan dan biasanya tirai tersebut digantung di atas atau dekat pintu. Karena tirai ini terbuat dari kulit binatang, maka tirai tersebut agak kaku dan tidak begitu nyaman tentunya untuk digunakan.

Penduduk asli Amerika Utara pada waktu itu telah menggunakan tirai yang terbuat dari kulit binatang untuk dijadikan tenda. Pintunya dirancang sedemikian rupa agar terbentuk seperti gorden lipat supaya mereka bisa keluar masuk. Selain itu ‘pintu gorden’ ini juga berfungsi utk mencegah debu, serangga atau kotoran kotoran lain yang masuk.

Dengan berkembangnya produksi tekstil, seperti penenunan dan dyeing, evolusi tekstil rumah tangga khususnya untuk kehangatan seperti selimut, tirai, dsb tidak kalah cepat majunya jika dibandingkan dengan berkembangnya pada pakaian. Tekstik pada awalnya terbuat dari linen dan rami, seperti yang digunakan pada Mesir kuno, kemudian diikuti dengan wol, katun dan sutra.





Meskipun peradaban kuno Timur di Persia, Cina dan India telah lama memproduksi tekstil dan digunakan sebagai pintu atau batas untuk memisahkan ruangan dan juga sebagai penutup suatu bagian ruangan yang terbuka, ide-ide ini memerlukan waktu bertahun-tahun untuk diaplikasikan ke rumah-rumah Eropa dan Amerika.

Selama masa Perang Salib, perdagangan dengan budaya kuno ini telah memberikan contoh contoh tekstil tenunan berkualitas yang dibawa ke Eropa. Selama berabad-abad, area produksi tekstil di Belanda, Italia, Inggris dan Perancis menjadi terkenal akan sutra, wol katun, dan linennya yang terinspirasi oleh budaya Timur dan yang kemudian diadaptasi untuk selera orang Barat.

Di abad pertengahan, kain sangatlah mahal dan hanya orang orang kaya atau berasal dari kelas atas saja yang dapat memiliki barang-barang tersebut. Tapi setelah era industri dan pengembangan perdagangan tekstil, harga kain mulailah terjangkau. Pada zaman Renaisans, meningkatnya jumlah rumah mulai terlihat lebih mirip dengan rumah pada hari ini. Banyak dari rumah rumah tersebut juga memiliki jendela kaca tapi tanpa penutup sehingga cahaya matahari bisa masuk dengan leluasa. Untuk sebuah kehangatan dan privasi, orang orang mulai menggunakan kain yang digantung yang kemudian lama lama disebut juga dengan tirai atau gorden. Dan ini juga sekaligus ikut membantu berkembangnya industri tekstil dan membuat harga tekstil turun lebih drastis.



Hari ini anda bisa menemukan beraneka ragam bentuk, model dan bahan tirai yang cantik, dari yang kecil, besar, lebar, halus, lembut sampai ke yang menguras banyak uang untuk memilikinya. Tirai bisa dikategorikan sesuai pada kemudahan pembersihannya, penyerapan suara, tahan api, daya tahannya terhadap ultraviolet, retensinya terhadap minyak atau debu, keawetannya dan sebagainya.


Gorden atau hordeng adalah sepotong kain yang digunakan untuk menghalang atau mengurangi cahaya yang masuk dari luar jendela dan juga untuk menutupi pemandangan dalam maupun luar rumah melalui jendela. Dalam bahasa inggris tirai disebut dengan curtain atau drape (khususnya di Amerika).

Tirai gorden memiliki sejarah yang panjang, sepanjang terciptanya tekstil itu sendiri. Pada zaman dolo, tirai atau gorden pertama yang digunakan terbuat dari kulit hewan dan biasanya tirai tersebut digantung di atas atau dekat pintu. Karena tirai ini terbuat dari kulit binatang, maka tirai tersebut agak kaku dan tidak begitu nyaman tentunya untuk digunakan. 

Penduduk asli Amerika Utara pada waktu itu telah menggunakan tirai yang terbuat dari kulit binatang untuk dijadikan tenda. Pintunya dirancang sedemikian rupa agar terbentuk seperti gorden lipat supaya mereka bisa keluar masuk. Selain itu ‘pintu gorden’ ini juga berfungsi utk mencegah debu, serangga atau kotoran kotoran lain yang masuk.

Dengan berkembangnya produksi tekstil, seperti penenunan dan dyeing, evolusi tekstil rumah tangga khususnya untuk kehangatan seperti selimut, tirai, dsb tidak kalah cepat majunya jika dibandingkan dengan berkembangnya pada pakaian. Tekstik pada awalnya terbuat dari linen dan rami, seperti yang digunakan pada Mesir kuno, kemudian diikuti dengan wol, katun dan sutra. 

Meskipun peradaban kuno Timur di Persia, Cina dan India telah lama memproduksi tekstil dan digunakan sebagai pintu atau batas untuk memisahkan ruangan dan juga sebagai penutup suatu bagian ruangan yang terbuka, ide-ide ini memerlukan waktu bertahun-tahun untuk diaplikasikan ke rumah-rumah Eropa dan Amerika. 

Selama masa Perang Salib, perdagangan dengan budaya kuno ini telah memberikan contoh contoh tekstil tenunan berkualitas yang dibawa ke Eropa. Selama berabad-abad, area produksi tekstil di Belanda, Italia, Inggris dan Perancis menjadi terkenal akan sutra, wol katun, dan linennya yang terinspirasi oleh budaya Timur dan yang kemudian diadaptasi untuk selera orang Barat.

Di abad pertengahan, kain sangatlah mahal dan hanya orang orang kaya atau berasal dari kelas atas saja yang dapat memiliki barang-barang tersebut. Tapi setelah era industri dan pengembangan perdagangan tekstil, harga kain mulailah terjangkau. Pada zaman Renaisans, meningkatnya jumlah rumah mulai terlihat lebih mirip dengan rumah pada hari ini. Banyak dari rumah rumah tersebut juga memiliki jendela kaca tapi tanpa penutup sehingga cahaya matahari bisa masuk dengan leluasa. Untuk sebuah kehangatan dan privasi, orang orang mulai menggunakan kain yang digantung yang kemudian lama lama disebut juga dengan tirai atau gorden. Dan ini juga sekaligus ikut membantu berkembangnya industri tekstil dan membuat harga tekstil turun lebih drastis.







Sekarang kita bisa menemukan beraneka ragam bentuk, model dan bahan tirai yang cantik, dari yang kecil, besar, lebar, halus, lembut sampai ke yang menguras banyak uang untuk memilikinya. Tirai bisa dikategorikan sesuai pada kemudahan pembersihannya, penyerapan suara, tahan api, daya tahannya terhadap ultraviolet, retensinya terhadap minyak atau debu, keawetannya dan sebagainya.






Kamis, 05 November 2015

KORDEN MADIUN




Gorden biasanya dipasang pada jendela, pintu, atau penghubung antar ruangan. Salah satu fungsi gorden adalah sebagai penghalau agar aktivitas di dalam ruangan tidak terlihat atau sekedar pembatas. Fungsi lainnya juga mampu mencegah masuknya sinar matahari ke dalam ruangan. Sinar matahari yang terik dapat mengganggu kenyamanan penghuni dalam ruangan juga dapat merusak perabot yang ada di sekitarnya.
Untuk mendapatkan suasana atau nuansa tertentu dalam suatu ruangan, Anda dapat memilih model, motif dan warna gorden yang sesuai. Beberapa hal yang dapat menjadi pertimbangan saat akan memilih gorden dalam rumah. Berikut ini beberapa hal penting yang harus Anda perhatikan saat memilih gorden atau gordyn untuk rumah Anda.

Fungsi Gorden


Kegunaan atau fungsi yang diharapkan dari gorden dapat menjadi pertimbangan dalam memilih gorden. Misalnya jika hanya sebagai penghias ruangan atau sebagai partisi ruangan, penggunaan gorden berjenis vitrase dapat dipilih. Model yang terbuat dari manik-manik, kerang, atau batu-batuan dapat menjadi pemanis ruangan. Tetapi, tentu saja model seperti ini tidak dapat menutup dengan sempurna sehingga tidak cocok jika Anda ingin menggunakan gorden untuk menutup pandangan dari orang di luar.

Bahan Gorden

Ada berbagai macam pilihan bahan yang dapat digunakan sebagai pembuat gorden. Tiap bahan memiliki ciri masing-masing. Dalam penentuan bahan biasanya bergantung pula dengan model yang ingin dibuat dan fungsi yang diinginkan pada gorden. Apakah menginginkan gorden berkesan lentur, ringan atau gelap dan mampu memendam suara.
Beberapa bahan yang sering dipakai dalam pembuatan gorden anatara lain lamborgini yang memiliki sifat lentur. Bahan yang ringan seperti katun, satin, linen atau polyester. Jenis lainnya adalah beludru, organza dan paloma yang lebih berat dan juga dapat membuat kedap suara dan menyerap sinar matahari.

Model Gorden



Gorden akan menjadi penyempurna desain suatu ruangan. Memilih gorden yang sesuai dengan desain rumah, khususnya ruangan akan menjadikan keseluruhan tema ruangan tercipta dengan baik.
Salah satu cara paling mudah adalah dengan memilih gorden yang warnanya sesuai dengan warna dinding dan furniture yang ada di sekitarnya. Anda juga dapat menyesuaikan model gorden dengan desain rumah. Misalnya, jika rumah Anda bergaya klasik, Anda dapat memilih gorden dengan model dengan desain yang rumit. Sedangkan jika rumah Anda bergaya minimalis, gorden dengan model minimalis, misalnya gorden satu warna polos dengan smocked ring berkesan simpel atau dengan vitrage putih dengan model kupu-kupu cocok untuk desain minimalis. Dalam hal ini penentuan warna, model dan motif menjadi hal yang terutama.

Harga Gorden

Harga atau budget untuk membeli gorden juga menjadi pertimbangan. Yang terutama menentukan harga suatu gorden antara lain bergantung pada bahan yang dipilih, model dan aksesories pelengkap gorden.
Setiap bahan mempunyai tingkat harga yang berbeda sehingga akan mempengaruhi harganya. Semakin rumit model juga akan menambah tingkat harganya. Selain itu, model juga mempengaruhi banyaknya bahan yang akan dipakai. Misalnya, model gorden yang memakai poni membuat penggunaan bahan lebih banyak.
Yang dapat menambah budget Anda adalah aksesoris pelengkap seperti tassel yaitu tali yang berfungsi mengikat gorden pada saat dibuka. Atau model baru untuk mengikat kain gorden adalah dengan curtain holder, yang mirip dengan sanggul dimana gorden dibuka dengan cara disanggul pada bagian tengahnya. Pelengkap lainnya adalah rel tempat menggantungkan gorden yang terbuat dari kayu, besi atau kuningan yang harganya berbeda.
Dekorasi gorden yang baik akan menyempurnakan ruangan dan dapat membuat Anda merasa nyaman. Maka, pertimbangkan hal-hal yang Anda inginkan dengan kehadirannya sehingga gordenatau gordyn akan hadir sebagai pelengkap yang menarik untuk interior rumah Anda, bukan hanya sebagai penutup jendela.
Dalam sebuah desain rumah minimalis, gorden menjadi salah satu hal yang biasanya selalu hadir. Selain berfungsi sebagai penghalau sinar matahari yang masuk ke dalam ruangan, gorden pun bisa menambah keindahan tata ruang dalam sebuah desain rumah minimalis. Maka sebab itu gorden sudah seperti menjadi hal yang wajib ada dalam setiap rumah, baik pada desain rumah minimalis ataupun pada desain rumah mewah. Tanpa adanya gorden, rasanya interior desain sebuah rumah minimalis masih belum lengkap.

Desain gorden rumah minimalis tentu harus memperhatikan berbagai hal, seperti ukurang, warna dan lain-lain, agar hasil yang didapatpun nanti bisa maksimal. Sesuaikan ukuran baik lebar ataupun tinggi gorden agar pas dengan desain jendela rumah minimalis anda, jangan sampai terlalu lebar atau juga lebih lebar jendelanya ketimbang gordennya. Nah sebagi contoh atau ide inspirasi untuk desain gorden pada rumah anda, berikut admin sertakan beberapa Contoh Gambar Desain Gorden Rumah Minimalis yang bisa anda terapkan pada rumah anda nantinya.












Nah diatas tadi adalah beberapa 
Contoh Gambar Desain Gorden Rumah Minimalis yang bisa anda terapkan pada desain rumah minimalis anda nantinya. Atau jika mungkin desain diatas belum ada yang sesuai dihati anda, semoga setidaknya ada ide atau inspirasi yang muncul untuk desain gorden sesuai dengan keinginan anda setelah melihat Contoh Gambar Desain Gorden Rumah Minimalis diatas. Dan sekian informasi untuk kali ini, semoga bermanfaat bagi para pengunjung dan pembaca semuanya
.


       Pada sebuah rumah termasuk rumah minimalis, gorden atau orang kadang menyebut dengan korden atau ada lagi yang menyebut dengan gordyn adalah kain yang digunakan untuk menutup jendela. Selain fungsi utama sebagai penutup jendela, gorden juga berfungsi sebagai hiasan, pembatas antar ruangan dan bisa juga dijadikan sebagai pelindung. Dalam suatu rumah modern, kehadiran gorden merupakan bagian penting dalam interior rumah. Sehingga pada artikel kali ini kami akan mengetengahkan mengenai gorden minimalis pada interior rumah.

           Fungsi gorden adalah untuk menutup ruangan sehingga ruangan akan terlindung dari cahaya matahari yang terlalu menyengat, disamping itu gorden sebagai pemisah antara bagian interior rumah dengan bagian  eksterior. Ketika gorden dibuka, maka secara tidak langsung akan menghubungkan antara bagian interior dan eksterior rumah.

           Gorden minimalis ada banyak sekali macamnya. Kenapa dinamakan dengan gorden minimalis, hal ini tentu saja berkaitan dengan penggunaan gorden tersebut pada ruangan atau rumah minimalis. Atau karena fungsi gorden itu sendiri yang memiliki beberapa fungsi dalam satu bentuk barang yaitu gorden. Simple but many function. Mulai dari model dan bahan dasar gorden itu sendiri terdiri dari beberapa macam jenisnya. Walaupun begitu, kita tetap mesti berhati-hati dan jeli dalam menentukan gorden yang akan kita beli. Sebelum membeli korden sebaiknya anda memperhatikan beberapa sebagai berikut:


1. Desain Warna Ruangan

Gorden biasanya dipasang di pada ruang tamu, kamar utama maupun kamar anak. Dalam menentukan pilihan jenis desain gorden seperti apa yang akan anda pilih, sesuaikan terlebih dahulu dengan warna dari ruangan yang akan pasang gorden tadi. Karena tidak jarang, ketika kepincut dengan model gorden yang sangat menarik, namun lupa tidak memperhatikan warna ruangan yang akan dipasangi gorden. Akhirnya setelah sampai di rumah, bukannya senang malah kecewa karena gorden yang dipasang warnanya tidak sesuai. Jika sudah begitu, rugi juga bukan. Selain warna tembok atau dinding, perhatikan juga warna furniture yang ada di dalam ruangan. Pasti jika anda sudah menentukan tema ruangan anda, tidaklah akan sesulit dalam menentukan warna gorden tadi. Setelah anda mengetahui dan memperhatikan warna ruangan yang akan pasang gorden, maka dengan mudah anda dapat menentukan warna apa yang cocok dan serasi dengan warna ruangan yang akan pasang gorden.

2. Harga

Lagi-lagi, harga selalu menjadi patokan dalam membeli segala sesuatu, termasuk dalam membeli gorden. Jangan pernah kepincut dengan harga gorden yang relatif murah dengan pedagang atau toko-toko lain. Perhatikan secara detail apakah bahan gorden tadi bagus atau tidak. Tipis atau tebal. Tanyakan juga kepada toko penjual gorden tadi, apakah pembeliannya sudah termasuk dengan ongkos kirim dan pemasangannya. Dari pengalaman yang pernah kami alami, menentukan penjual yang menjual gorden dengan spesifikasi seperti yang sudah kami sebutkan memang agak sulit. Namun jika anda sungguh dan berani bertanya pasti akan memperoleh toko gorden dengan kualitas barang, harga dan pelayanan yang memuaskan.

3. Ukuran

Ukurlah berapa panjang dan lebar jendela yang akan anda pasangi gorden. Tidak mau kan setelah anda membeli gorden tapi kurang lebar atau panjang. Sebaiknya membeli gorden dengan ukuran dipanjangkan dan dilebarkan sedikit. Karena jika terlalu ngepas, pasti tidak akan tertutup semua seluruh jendela.

4. Tentukan Fungsi dan Tujuan

Fungsi dan tujuan pemasangan gorden juga layak untuk diperhatikan karena akan menentukan seperti apa model dan desain gorden minimalis yang akan anda beli.



 Gorden Minimalis Pada Interior Rumah

 













 Perlu diketahui juga bahwa gorden saat ini umumnya terdiri dari 2 lapisan yaitu vitrase dan gorden itu sendiri. Agar gorden anda selalu terlihat bagus, sebaiknya cuci secara berkala, karena gorden adalah bagian yang langsung berhubungan dengan udara pasti secara langsung juga akan menempel debu-debu yang berasal dari luar rumah anda. Demikian artikel kami tentang gorden minimalis pada interior rumah, mudah-mudahan bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan dan wawasan anda.